Minggu, 16 Desember 2012

REVIEW 16 : APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)


REVIEW 16 :
APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)
Oleh :
MELISA RACHEL HUTAGALUNG
Politeknik Telkom
Melisa.htg@gmail.com

Berisi :

PENUTUP

     1.      Kesimpulan
a.       Dengan menggunakan aplikasi ini pengelolaan pembelian tunai dan kredit lebih rinci dan tepat waktu.
b.       Dalam pembuatan laporan pembelian secara rinci dan tepat waktu.
c.        Dapat mempermudah pencatatan transaksi retur dan pembayaran.

     2.      Saran
Untuk meningkatkan kinerja dari Aplikasi Pembelian, maka disarankan untuk:
a.        Meningkatkan desain antarmuka yang lebih menarik.
b.       Dapat menambahkan grafik pembelian agar lebih menarik.



Nama   : Wiwi Kusmiarti
NPM    : 27211460
Kelas   : 2EB09
Tahun  : 2012



REVIEW 15 : APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)


REVIEW 15 :
APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)
Oleh :
MELISA RACHEL HUTAGALUNG
Politeknik Telkom
Melisa.htg@gmail.com

Berisi :
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
1.      Implementasi Antar Muka



Nama   : Wiwi Kusmiarti
NPM    : 27211460
Kelas   : 2EB09
Tahun  : 2012



REVIEW 14 : APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)


REVIEW 14 :
APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)
Oleh :
MELISA RACHEL HUTAGALUNG
Politeknik Telkom
Melisa.htg@gmail.com

Berisi :
ANALISIS DAN PERANCANGAN

     1.      Analisis Kebutuhan Sistem



     2.      Perancangan Basis Data



Nama   : Wiwi Kusmiarti
NPM    : 27211460
Kelas   : 2EB09
Tahun  : 2012



REVIEW 13 : APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)


REVIEW 13 :
APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)
Oleh :
MELISA RACHEL HUTAGALUNG
Politeknik Telkom
Melisa.htg@gmail.com

Berisi :

TINJAUAN  PUSTAKA

   1.      Definisi Dan Prinsip Akuntansi
Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut pemakai jasa akuntansi, dan dari sudut proses kegiatannya.
Definisi dari sudut pemakai
Menurut Jusup (2003:4) .diitinjau dari pemakaiannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.
Definisi dari sudut proses kegiatan
Menurut Jusup (2003:5) apabila ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi. Jadi, akuntansi adalah proses mengenali, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai informasi yang bersangkutan.
   2.      Prinsip Akuntansi
Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan.
Menurut Suhayati dan Anggadini (2009:6) prinsip-prinsip akuntansi adalah:
-          Kontinuitas Usaha (Going Concern)
Konsep ini mengatakan bahwa suatu perusahaan akan beroperasi secara terus-menerus melakukan kegiatan, meskipun kenyataan banyak perusahaan yang gagal setelah baru saja didirikan. Konsep ini memberikan alasan penggunaan beban historis sebagai dasar utama untuk melakukan pengakuan akuntansi.
-          Kesatuan Usaha (Business Entity)
Konsep ini mengatakan bahwa suatu perusahaan merupakan suatu kesatuan yang berdiri terpisah dari para pemilik.
-          Periode Akuntansi (Accounting Period)
Suatu cara yang paling baik untuk mengukur hasil-hasil yang diperoleh perusahaan seperti periode tahunan.
-          Kesatuan Pengukuran (Measurement Unit)
Hasil akhir dari akuntansi adalah laporan keuangan perusahaan yang nantinya disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.
-          Pengukuran Berdasarkan Nilai Historis (Historical Cost Measurement)
Akuntansi sebagaimana yang dipraktekan sekarang ini didasarkan atas prinsip nilai historis.
-          Bukti yang Objektif (Objective Evidence)
Informasi yang tercantum di dalam laporan keuangan harus didasarkan atas suatu fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya serta bersifat objektif.
-          Pengungkapan Sepenuhnya (Full Disclosure)
Semua laporan keuangan dan semua informasi yang mempunyai pengaruh terhadap laporan keuangan harus diungkapakan secara jelas.
-          Konsisten (Consistency)
Penerapan yang sama atas prinsip, prosedur, dan metode-metode akuntansi di setiap periode akuntansi, sehingga laporan keuangan dari berbagai periode dapat diperbandingkan.
-          Hati-Hati/Waspada (Conservation)
Konsep ini didasarkan atas suatu pendapat yang menyatakan bahwa setiap pendapatan tidak boleh diakui dan dicatat sebelum pendapatan tersebut benar-benar diperoleh, tetapi semua kerugian dan beban walaupun belum terjadi asalkan sudah dapat diperhitungkan boleh dicatat dan diakui.
-          Nilai yang Cukup Penting (Materiality)
Ukuran materiality atas perusahaan tidaklah sama, hal ini tergantung pada besar-kecilnya perusahaan dan kebijakan yang berlaku didalamnya.
-          Matching Expense with Revenue
Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai oleh suatu perusahaan, maka total pendapatan dikurangkan dengan beban perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
-          Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognation)
Pada umumnya pendapatan diakui pada saat:
a. Menerima uang (Cash Basic)
b. Terjadinya transaksi/ tidak secara tunai (Accrual Basis)
c. Terjadinya penjualan (Sales basis)
   3.      Koperasi
Berbeda dengan perusahaan komersial, khususnya perseroan terbatas dan firma yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki modal cukup besar untuk memulai usaha, koperasi biasanya didirikan oleh sekumpulan orang dengan modal kurang.
Menurut Rudianto (2010:3) secara umum koperasi diartikan sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka melalui pembentukan sebuah badan usaha yang dikelola secara demokratis. Sedangkan menurut pasal 1 UU No.25/1992 yang dimaksud dengan koperasi di Indonesia adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

   4.      Sistem Akuntansi Pembelian
Menurut Nurul (2010:10) pembelian adalahusaha pengadaan barang-barang untuk perusahaan. Dalam perusahaan dagang, pembelian dilakukan dengan dijual kembali tanpa mengadakan perubahan bentuk barang, sedangkan pada perusahaan manufaktur pembelian dilakukan dengan merubah bentuk barang. Pembelian terbagi dalam dua cara yaitu:
-          Pembelian Tunai
Pembelian barang secara langsung kepada pemasok dengan pembayaran secara langsung pada saat itu juga.
-          Pembelian Kredit
Pembelian barang secara langsung kepada pemasok barang dengan pembayaran tidak langsung, melainkan berangsur sesuai dengan kesepakatan bersama.
Siklus pembelian mencakup fungsi-fungsi yang diperlukan untuk memperoleh barang dan jasa yang dipergunakan oleh perusahaan. Di dalam siklus pembelian terdapat:
a.       Prosedur dan subsistem pembelian barang persediaan yang akan dijual kembali atau diproduksi.
b.      Prosedur dan subsistem pembelian aktiva tetap yang tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.
Sistem akuntansi pembelian merupakan prosedur atau metode pembelian barang yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sistem pembelian meliputi beberapa prosedur diantaranya:
1. Permintaan pembelian
2. Penawaran harga
3. Penerimaan barang
4. Pencatatan utang
5. Pencatatan persediaan
Untuk menjalankan sistem tersebut, perusahaan melibatkan beberapa bagian atau unit seperti bagian gudang, pembelian, penerimaan, dan akuntansi.
Catatan yang berhubungan dengan pembelian meliputi jurnal pembelian, jurnal umum, rekening buku besar, dan buku pembantu utang.
Apabila perusahaan menggunakan metode persediaan periodik, maka pembelian barang-barang untuk dijual kembali (barang dagang) dicatat dengan mendebet rekening pembelian. Rekening pembelian merupakan sebuah rekening sementara yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh harga pokok barang yang dibeli selama periode, sehingga pada tiap akhir periode rekening ini harus ditutup. Rekening pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan untuk dijual kembali. Apabila perusahaan membeli barang-barang untuk digunakan sendiri dalam operasi perusahaan, seperti misalnya membeli peralatan kantor atau mebel untuk digunakan sendiri, maka yang didebet adalah rekening aktiva yang bersangkutan, bukan rekening pembelian.
            Berbeda dengan metode periodik, metode perpetual mencatat akun persediaan barang dagang setiap terjadi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan.
            Dengan metode perpetual, saldo persediaan barang dagang selalu dapat diketahui. Metode perpetual juga mencatat akun harga pokok penjualan (HPP) setiap terjadi transaksi penjualan barang dagangan. Besarnya harga pokok penjualan ditentukan berdasarkan nilai pembelian bersih. Oleh karena itu pada akhir periode perusahaan tidak perlu melakukan pencatatan jurnal penyesuaian untuk akun persediaan barang dagang dan akun harga pokok penjualan.
   a.       Retur dan Potongan Pembelian
Menurut Jusup (2009:337) apabila barang dagangan yang dibeli dari pemasok rusak atau kondisinya tidak memuaskan, maka biasanya pembeli mengembalikan barang tersebut yang disebut retur pembelian dan utang kepada pemasok menjadi berkurang. Menurut Jusup (2009:337) potongan pembelian merupakan potongan yang diberikan oleh pihak supplier karena adanya retur pembelian.
   b.      Potongan Tunai Pembelian
Menurut Jusup (2009: 339) potongan tunai pembelian adalah potongan yang diterima karena pembeli membayar dalam waktu yang telah ditentukan dalam syarat pembelian. Apabila jangka waktu kredit yang diberikan cukup panjang, perusahaan biasanya menawarkan potongan tunai untuk merangsang agar pembeli mau membayar secepatnya.
   c.       Biaya Angkut Pembelian
Syarat-syarat penjualan harus menyebutkan kapan hak kepemilikan atas barang dagang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli. Hal ini menentukan pihak mana, penjual atau pembeli yang harus menanggung biaya transportasi (ongkos angkut).
Menurut Reeve (2008: 279) FOB (Free On Board) shipping point adalah pembeli menanggung biaya transportasi bila syarat pengiriman adalah FOB tempat pengiriman.
Menurut Reeve (2008: 279) FOB (Free On Board) destination point adalah penjual menanggung biaya transportasi bila syarat pengiriman adalah FOB tempat tujuan.  
   d.      Jurnal Pembelian
Jurnal pembelian (Purchased Journal) berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembelian yang dilakukan secara tunai dan kredit. Berikut adalah contoh dari beberapa jurnal yang terjadi pada saat transaksi pembelian: Menurut Jusup (2009:337) contoh jurnal pembelian secara kredit maupun tunai dengan menggunakan metode periodic dan metode perpetual adalah sebagai berikut:






Nama   : Wiwi Kusmiarti
NPM    : 27211460
Kelas   : 2EB09
Tahun  : 2012



REVIEW 12 : APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)


REVIEW 12 :
APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELIAN TUNAI DAN KREDIT (STUDI KASUS PADA KOPERASI KELUARGA BESAR DINAS PENDAPATAN DAERAH (KKBD) PROVINSI JAWA BARAT UNIT BANDUNG)
Oleh :
MELISA RACHEL HUTAGALUNG
Politeknik Telkom
Melisa.htg@gmail.com

Berisi :
ABSTRAK
            Koperasi Keluarga Besar Dinas Pendapatan Daerah (KKBD) Provinsi Jawa Barat merupakan suatu koperasi yang bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam, unit toserba (penjualan dan pembelian), dan sistem pergudangan yang belum tercatat dengan rapi. Pencatatan transaksi pembelian pada koperasi ini masih menggunakan Microsoft Excel yang dianggap kurang efektif karena dapat menimbulkan berbagai kesalahan (human error) seperti keamanan data yang kurang terjamin, keterlambatan pencatatan transaksi pembelian, penyimpanan berkas-berkas pembelian yang belum teratur, serta sering terjadinya kesalahan penghitungan dalam menyusun laporan pembelian, serta jurnal dan buku besar, sehingga dilakukan perhitungan ulang yang juga dilakukan secara sederhana yaitu dengan memeriksa ulang setiap data transaksi pembelian yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk membuat pencatatan pembelian dan penghitungan fungsi-fungsi akuntansi seperti jurnal dan buku besar yang lebih akurat, maka diperlukan suatu aplikasi berbasis web yang menggunakan bahasa pemrograman terstruktur yaitu PHP dan MySQL. Sistem perancangan basisdata yang digunakan dalam pembuatan aplikasi pembelian ini menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD) dan Data Flow Diagram (DFD). Sistem aplikasi pembelian yang dibangun pada Koperasi Dispenda dapat mempermudah Koperasi dalam melakukan pencatatan pembelian, penghitungan pembayaran kredit, jurnal, dan buku besar yang lebih akurat.

Kata Kunci: Aplikasi Pembelian, Koperasi Dispenda, PHP dan MySQL
PENDAHULUAN
I.                    Latar Belakang
            Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat di lingkungan masyarakat, salah satunya adalah pengolahan data secara komputerisasi. Proses pengolahan data terkomputerisasi ini berupa pengolahan data dengan menggunakan perangkat-perangkat, maupun system-sistem teknologi dan komunikasi yang berlaku di suatu perusahaan, sehingga menghasilkan suatu informasi yang berguna yang memudahkan pengguna dalam pengolahan data-data dibandingkan dengan pengolahan data-data yang masih manual. Pengolahan data terkomputerisasi ini dapat menghasilkan suatu aplikasi berupa aplikasi pada bidang pembelian.
            Pada kenyataannya aplikasi pada bidang akuntansi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Mulai dari aplikasi penjualan, aplikasi pembelian, aplikasi persediaan barang, aplikasi penggajian, aplikasi simpan pinjam, aplikasi piutang usaha, dan sebagainya. Aplikasi merupakan suatu perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Dengan menggunakan aplikasi nantinya diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menangani pengolahan data sehingga menghasilkan suatu informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan bagi perusahaan.
            Koperasi Keluarga Besar Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat merupakan suatu koperasi yang bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam, unit toserba (penjualan dan pembelian), dan sistem pergudangan yang belum tercatat dengan rapi. Pencatatan transaksi pembelian pada koperasi ini dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dalam mencatat dan mengelola data-datanya. Hal ini dianggap kurang efektif karena menyebabkan keamanan data yang kurang terjamin karena tidak adanya hak akses (login), dan sering terjadinya kesalahan (human error) penghitungan dalam menyusun laporan pembelian, serta penghitungan jurnal dan buku besar, sehingga dilakukan perhitungan ulang yang juga dilakukan secara sederhana yaitu dengan memeriksa ulang setiap data transaksi pembelian yang telah dilakukan sebelumnya.
            Melihat masalah-masalah yang dapat timbul dari sistem pengolahan data seperti di atas, maka diperlukan sebuah aplikasi pembelian yang dapat mengatur keseluruhan proses pembelian yang terjadi. Mulai dari hak akses yang berbeda antara unit niaga, gudang, bendahara, maupun pembukuan, penyimpanan data-data pembelian koperasi yang lebih teratur di dalam database, menghasilkan laporan pembelian, jurnal, dan buku besar secara otomatis, serta dapat membantu koperasi dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan pembelian. Oleh sebab itu, penulis ingin membuat suatu aplikasi pembelian yang terkomputerisasi untuk memaksimalkan kinerja koperasi yang nantinya mampu untuk mengumpulkan, menyimpan, maupun mengelola data-data pembelian secara cepat dan tepat.

II.                  Rumusan Masalah
a.       Bagaimana membuat aplikasi pembelian tunai dan kredit pada KKBD?
b.      Bagaimana membuat aplikasi pembelian yang menghasilkan laporan pembelian, jurnal dan buku besar berdasarkan transaksi-transaksi pembelian yang terjadi pada KKBD?
c.       Bagaimana membuat aplikasi pembelian yang dapat mengelola retur serta pembayaran tunai dan kredit pada KKBD?
III.               Tujuan
a.       Membuat aplikasi pembelian tunai dan kredit pada KKBD.
b.      Membuat aplikasi pembelian yang menghasilkan laporan pembelian, jurnal, dan buku besar berdasarkan transaksi-transaksi pembelian yang terjadi pada KKBD.
c.        Membuat aplikasi pembelian yang dapat mengelola retur serta pembayaran tunai dan kredit.
IV.               Batasan Masalah
a.       Aplikasi ini hanya menangani proses pembelian secara tunai dan kredit yang terjadi pada KKBD.
b.      Aplikasi ini hanya menghasilkan laporan pembelian, jurnal umum dan jurnal khusus (jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas), serta buku besar.
c.       Aplikasi ini tidak menangani proses persediaan barang.
V.                  Definisi Operasional
Aplikasi pembelian merupakan suatu perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk mengelola data-data transaksi pembelian yang terjadi pada KKBD. Koperasi Dispenda merupakan koperasi yang bergerak dalam unit usaha simpan pinjam dan toserba (pembelian dan penjualan), dimana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai di lingkungan Dispenda. PHP merupakan bahasa (scripting language) yang dirancang secara khusus untuk penggunaan pada Web. MySQL merupakan salah satu jenis database server yang bersifat Open Source, yang menggunakan SQL sebagai bahan dasar untuk mengakses databasenya.
VI.              Untuk mengatasi kendala-kendala dalam mengembangkan sistem informasi, maka digunakanlah salah satu model rekayasa perangkat lunak yaitu model waterfall sebagai metodologi penyelesaian masalah.

Tahapan-tahapan model waterfall adalah sebagai berikut menurut (Somerville, 2004:24):
   a)      Analisis kebutuhan dan pendefinisiannya
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan kebutuhan elemen-elemen di tingkat perangkat lunak. Dengan analisis harus dapat ditentukan domain-domain data atau informasi fungsi proses atau prosedur yang diperlukan beserta unjuk kerjanya, dan antarmuka. Hasilnya berupa spesifikasi kebutuhan perangkat lunak.
   b)      Perancangan sistem dan perangkat lunak
Pada tahap perancangan kebutuhan-kebutuhan perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap analisis ditranformasikan ke dalam bentuk arsitektur perangkat lunak yang memiliki karakteristik mudah dimengerti dan tidak sulit untuk diterapkan.
   c)      Implementasi dan unit testing
 Tahap ini melakukan penerapan hasil rancangan ke dalam baris-baris kode program yang dapat dimengerti oleh komputer.
   d)      Integrasi dan pengujian sistem
Setelah perangkat lunak selesai diterapkan pengujian dapat segera dimulai. Pengujian terlebih dahulu dilakukan pada setiap modul. Jika tidak ada masalah, modul tersebut akan diintegrasikan hingga membentuk perangkat lunak secara utuh. Kemudian dilakukan pengujian di tingkat perangkat lunak yang memfokuskan pada masalah-masalah logika internal, fungsi internal, potensi masalah yang mungkin terjadi dan pemeriksaan hasil apakah sudah sesuai dengan permintaan.
    e)      Pengoperasian dan Perawatan
Dalam masa operasional sehari-hari suatu perangkat lunak mungkin saja mengalami kesalahan atau kegagalan dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

Nama   : Wiwi Kusmiarti
NPM    : 27211460
Kelas   : 2EB09
Tahun  : 2012