Minggu, 27 April 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2

Advice I would give to a friend who had become pregnant outside of marriage and would kill herself is:

I would prevent her from doing it, then I will let her calm to get back to her senses. After she calmed down, I would talk to her "you know, if the world hasn't ended even though you are in a state like that. Stay of your life, let your child stay alive in the womb and was born into this world. You can still live a happy life. Later asked the responsibility of your boyfriend. Tell him if he dares to do so must be brave to recognisance. Regret your actions. Apologize to the parents and all of you dissapoint. Promise you will not repeat the bad deeds again.
And the last I will try to always support her, so she doesn't feel alone in this world.



Wiwi Kusmiarti
27211460
3EB09

Sabtu, 26 April 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2

Exercise 31: Nouns Functionings as Adjectives
1. Twelve-stories
2.  Language
3. Three-act
4. Two-day
5. 79-piece
6. Five-shelf
7. 16-ounce
8. Six-quart
9. Brick
10. Ten-speed

Exercise 32:  Enough
1. Enough people
2. Enough French
3. Enough time
4. Fast enough
5. Soon enough
6. Early enough
7. Hard enough
8. Slowly enough
9. Enough flour
10. Enough books

Exercise 33: Because/Because of
1. Because
2. Because
3. Because of
4. Because
5. Because of
6. Because of
7. Because
8. Because of
9. Because
10. Because of

Exercise 34 : So/Such
1. So
2. Such
3. So
4. Such
5. So
6. So
7. Such
8. So
9. Such
10. Such
11. So
12. So
13. Such
14. So
15. So

Mini-Test 2
  1.  B             11. A      21. A      31. A      41. C
  2.   B             12. A      22. A      32. A      42. B
  3. B             13. A      23. D      33. B      43. B
  4. A             14. C      24. 8       34. A      44. A
  5. C             15. A      25. C      35. C      45. B
  6. C             16. B      26. C      36. D      46. B
  7. C             17. A      27. A      37. B      47. D
  8. A             18. C      28. C      38. B      48. A
  9. C             19. D      29. B      39. C      49. B
  10. A             20. A      30. B      40. B      50. A

    Nama : Wiwi Kusmiarti
    NPM : 27211460
    Kelas : 3EB09

Selasa, 25 Maret 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2

Karangan Pengalaman


Ketika tingkat 2 di bangku kuliah, saya pernah mengikuti suatu kursus, kursus tersebut mengenai Bisnis Retail.  Membutuhkan waktu 5 hari untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kursus tersebut. Setiap hari kagiatan dimulai pada pukul 9 pagi dan berakhir pada pukul 4 sore. Peserta diberikan pengetahuan tentang apa itu bisnis ritel, baik pengetahuan dasar maupun pengetahuan bagaimana cara menjalankan bisnis tersebut.

Selain pengetahuan kita juga diberikan pengalaman dalam hal bisnis, karena disela-sela kegiatan kursus diadakan semacam kegiatan roleplayer dimana kita para peserta akan berperan sebagai pebisnis dan menjalankan bisnis ritel sebagaimana yang terjadi pada dunia nyata.

Di akhir kegiatan, atau tepatnya pada hari ke lima kami wajib mengikuti test agar mendapat sertifikat kelulusan yang menandakan bawha kami telah mengikuti kursus tersebut. Materi testnya cukup sulit, tapi semua mencakup tentang apa yang sudah kami pelajari selama beberapa hari kursus. Pengumuman kelulusan pun tidak langsung diumumkan hari itu juga, melainkan kami haris menunggu sekitar hampir satu bulan, cukup menegangkan menunggu kepastian, tapi syukurlah akhirnya saya dapat lulus kursus tersebut.



Nama : Wiwi Kusmiarti
NPM : 27211460
Kelas : 3EB09



Senin, 24 Maret 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2

TOEFL

TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign Language ( Test Bahasa Inggris sebagai bahasa asing), yang diorganisir oleh sebuah lembaga di Amerika Serikat yang bernama ETS (Educational Testing Service).

Pada awalnya, TOEFL diperlukan bagi para pelajar di negara-negara yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris, tetapi ingin melanjutkan study ke negara-negara yang bahasa resminya adalah bahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa Barat.

Ini diperlukan untuk memastikan bahwa siswa-siswa dari negara berbahasa non bahasa Inggris tersebut dapat mengikuti perkuliahan di negara berbahasa Inggris dengan baik. Antara lain untuk:

  1. Memastikan bahwa mahasiswa tersebut memahami uraian yang diberikan dosen dalam bahasa Inggris (listening skill).
  2. Mahasiswa memahami buku-buku textbook yang diwajibkan (reading skill).
  3. Mahasiswa mampu membuat tulisan ilmiah dengan tata bahasa yang benar (writing & grammar skill).
Untuk dapat diterima di negara-negara barat, calon mahasiswa haruslah memiliki TOEFL score minimal 500 (Eropa), bahkan untuk di Amerika Serikat, TOEFL score yang disyaratkan adalah 550. (Nilai maksimal TOEFL Paper Based Test adalah 677).






Nama : Wiwi Kusmiarti
NPM : 27211460
Kelas : 3EB09

Senin, 17 Maret 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2

Softskill

Exercise 21: Conditional Sentences
  1. Understood
  2. Wouldn’t have been
  3. Will give
  4. Would have told
  5. Would have been
  6. Had
  7. Would stop
  8. Needed
  9. Would have found
  10. Had enjoyed
  11. Paint
  12. Were
  13. Write
  14. Were permit 
  15. Were spending
  16. Will accept
  17. Buy
  18. Had decided
  19. Would have written
  20. Leak
  21. Could had studied
  22. Hear
  23. See
  24. Get
  25. Turn
  26. Were
  27. Would have called
  28. Would have talked
  29. Explained
  30. Spoke

Exercise 26 : Adjectives and Adverbs
  1.       Good
  2.       Intensely
  3.       Brightly
  4.       Fluent
  5.       Fluently
  6.       Smoothly
  7.       Accurate
  8.       Bitterly
  9.       Soon
  10.       Fast

Exercise 27 : Linking (Covulative) Verbs
  1.      Terrible
  2.      Well
  3.      Good
  4.      Calmly
  5.      Sick
  6.      Quick
  7.      Diligent
  8.      Vehemently
  9.      Relaxed
  10.      Noisy

    Exercise 28 : Comparisons
  1.      As soon
  2.      More important
  3.      As well
  4.      More expensive
  5.      As hot
  6.      More talented
  7.      More colorful
  8.      Happier
  9.      Worse
  10.      Faster

     Exercise 29 : Comparisons
  1.      Than
  2.      Than
  3.      From
  4.      Than
  5.      Than
  6.      Than
  7.      As
  8.      Than
  9.      Than
  10.      From

     Exercise 30 : Comparisons
  1.      Better
  2.      Happiest
  3.      Faster
  4.      Creamiest
  5.      More colorful
  6.      Better
  7.      Good
  8.      More awkwardly
  9.      Least
  10.      Prettiest
  11.      The best
  12.      From
  13.      Less impressive
  14.      Sicker
  15.      When
  16.      Twice more than
  17.      Little
  18.      Much
  19.      Farthest
  20.      More famous
    
    Nama : Wiwi Kusmiarti
    NPM  : 27211460
    Kelas  : 3EB09


Jumat, 18 Oktober 2013

Cerpen 1 "Kisah Dari Kelabu"


Kisah Dari Kelabu


                “Hey, lihat apa yang sedang dilakukan oleh laki-laki itu?” ucap salah satu temanku. Aku pun menoleh kearah telunjuk tangannya. Ya ampun seseorang sedang berusaha melakukan kejahatan. Seorang laki-laki yang berada di antrian pembelian tiket terlihat sedang berusaha mengambil sesuatu dari dalam tas seorang wanita yang ada didepannya, karena jarak kami yang tidak dekat kami hanya mampu terdiam melihat kejadian tersebut. “Aku ingin mengikuti laki-laki itu!” Chan berlari, dan aku pun mau tidak mau mengikuti Chan dan diikuti oleh Kris teman kami juga.
            Setelah beberapa menit mengikuti sang pencuri, kini pencuri itu telah memasuki sebuah gank kecil. Aku, Chan, dan Kris pun membuntuti dengan sangat hati-hati takut nanti akan menimbulkan kecurigaan dan dapat membahayakan keberadaan kami. Tempat ini ini? Dan apa yang kami lihat sekarang? Benar-benar seperti berada dalam sebuah drama, anak-anak yang seharusnya sekolah tetapi mereka asyik bermain kartu dengan orang dewasa. Lingkungan yang bisa dibilang sangat kumuh, sangat berbeda dengan kehidupan perkotaan yang seharusnya serba mewah, di tempat ini sungguh berbanding terbalik.
            Aku sedang melihat sisi lain dari sebuah ibu kota. “Apa yang kalian lakukan disini?” tegus seorang laki-laki yang aku pikir seumuran dengan Chan dan Kris. Aku ingat, ya dia si pencuri tadi, hamper saja kami melupakan tujuan utama kami datang ketempat ini. “Hey, kau kenapa mencuri?” Tanya Chan tanpa basa-basi. “Ya kami melihatmu mencuri barang berharga milik seorang wanita di stasiun sana.” Tambah Kris to the point. Aku yang mulai merasa takut dengan situasi seperti ini hanya bisa terdiam. “Apa urusan kalian? Apa kalian teman dari orang yang aku curi tadi?” Tanya si pencuri dengan nada meninggi. Untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan kami akhirnya akupun berinisiatif untuk mencairkan suasana.
            “Maaf kami mengikutimu, kenapa kamu menjadi seorang pencuri? Apa kamu tidak bekerja? Atau kuliah?” tanyaku pada pemuda itu. “Bukan urusan kalian, cepat kalian pergi dari sini sebelum teman-temanku mengerumuni kalian!” ancamnya. Dan ketakutanku pun semakin menjadi-jadi, aku berusaha mengajak Chan dan Kris untuk meninggalkan tempat ini, aku menarik tangan mereka, tapi Chan bersikeras, “Hey, tidak bisakah kau tidak bermain keroyokan? Ayo kita selesaikan ini dengan kepala dingin.” ucap Chan. Aku pikir pemuda itu akan semakin murka, tetapi diluar dugaanku ternyata dia menyetujui tawaran Chan dan mengajak kami ke suatu tenpat. Masih bagian dari lingkungan yang tadi, kumuh, dan padat. Aku merasa sedang berada di tempat yang asing, seperti bukan di ibu kota, padahal jarak tempat ini terletak hanya beberapa langkah dari gedung-gedung tinggi dan mewah.
            “Kalian lihat mereka? Mereka semua adalah tanggung jawabku. Aku mencuri untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari. Sepulang sekolah mereka juga ikut membantuku dengan menyemir sepatu di lampu merah, mengamen, ada juga yang memunguti barang-barang bekas.” Ucap pemuda itu sembari menunjuk kearah sekumpulan anak yang jumlahnya kira-kira lebih dari 10 orang. “Kenapa harus mencuri? Itu tidak halal, kau tahu itu kan?”  sanggah Kris yang juga sedang memperhatikan sekumpulan anak tersebut. “Kamu dapat mencari pekerjaan lain yang halal, percuma melakukan kebaikan tapi dengan cara yang tidak baik.” Kata Chan menambahi. Aku pun melihat anak-anak tersebut, sepertinya mereka baru saja pulang sekolah, karena kulihat beberapa dari mereka masih mengenakan seragam putih merah yang sudah cukup lusuh, dan menurutku itu sudah kurang layak untuk digunakan ke sekolah. “Kalian orang kaya tahu apa tentang kehidupan? Kegiatan mencari uang bagi kami sangatlah sulit, tidak semudah kalian menghabiskannya, seharian di mall kalian berfoya-foya menghabiskan uang dari hasil kerja keras orang tua kalian. Bahkan hanya untuk sesuap nasi pun kami sangat sulit mendapatkannya.” Jelas sang pemuda pencuri itu.
            Aku merasa iba dengan ucapan pemuda itu, aku berpikir sesulit itukah hidup mereka, berbeda dengan yang aku lihat di sekitarku selama ini. Aku sedang melihat sisi lain dari sebuah kota metropolitan. Kemewahan perkotaan yang seharusnya dapat mereka nikmati tapi di kampung ini dapat bertahan hidup saja masih sangat bersyukur. Seperti terasa kelabu, hitam dan putih tanpa warna lain, sedangkan beberapa langkah saja dari tempat ini kita dapat melihat ribuan warna yang sangat indah. Tapi walaupun seperti itu, tapi mereka masih terlihat riang, tertawa lepas, saling membantu sama lain, dan kekeluargaan mereka jauh lebih erat dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di perumahan elite yang rumahnya selalu terhalang oleh pagar yang tinggi menjulang. Inilah hidup, seseorang yang selalu bersyukur pasti dapat merasakan kebahagiaan bagaimanapun keadaan mereka. Beruntunglah orang-orang yang selalu bersyukur.
            Aku, Chan, dan Kris pun kembali kerumah masing-masing setelah seharian ini kami melakukan petualangan kecil yang cukup berkesan. Aku, Chan, dan Kris berjanji akan kembali mengunjungi kampung pemuda tadi karena kami ingin mencoba membantu mereka untuk dapat memperbaiki cara hidupnya agar tidak salah kaprah. Untunglah tadi kami tidak melakukan kekerasan dan tidak main hakim sendiri pada Leo si pemuda yang mencuri tadi, dia berjanji akan mengembalikan barang yang dia curi tadi dan berjanji tidak akan mencuri lagi.



Nama : Wiwi Kusmiarti
NPM : 27211460
Kelas : 3EB09

Jumat, 03 Mei 2013

REVIEW 4 : PERSEKONGKOLAN SEBAGAI KEJAHATAN BISNIS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT (ANALISIS KASUS PENJUALAN SAHAM PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk)


REVIEW 4 :

PERSEKONGKOLAN SEBAGAI KEJAHATAN BISNIS DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT (ANALISIS KASUS PENJUALAN SAHAM PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk)

Oleh :
Helza Nova Lita, SH, MH

Berisi :

KESIMPULAN DAN SARAN

Tindakan PT Cipta Sarana Duta Perkasa (CSDP), PT Alpha Sekuritas Indonesia (ASI) dan PT Bhakti Asset Management (BAM), sebagai para pihak yang ikut dalam yender penjualan saham dan obligasi konversi PT Indomobil Sukses Internasional Tbk yang dilakukan BPPN dapat dikategorikan sebagai kejahatan bisnis karena merugikan pelaku usaha yang lain dan termasuk persekongkolan yang dilarang menurut UU Antimonopoli. Dalam pasal 22 disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat menakibakan terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Disamping itu juga persekongkolan tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap etika bisnis.
Berdasarkan pasal 47 sampai dengan pasal 49 UU Antimonopoli para pihak yang terlibat dalam persekongkolan yang menyebabkan timbulnya persaingan usaha yang tidak sehat dapat dikenakan sanksi administrasi, sanksi pidana pokok, maupun sanksi pidana tambahan.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) seharusnya lebih proaktif dalam melakukan pengawasan usaha persaingan bisnis tidak hanya sebatas menunggu laporan pengaduan dari civil society organization atau dari pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat tindakan persaingan usaha tidak sehat. KPPU seharusnya juga mengawasi berbagai kebijakan dan kondisi yang berpotensi menimbulkan persainga usaha tidak sehat, dan tugasnya juga memberikan peringatan dini atas keadaan itu dan supaya pihak-pihak yang terlibat menyetop dan tidak melanjutkan perbuatannya atau kebijakannya.
Undang-Undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, seharusnya memuat aturan yang tegas tentang keterlibatan pejabat pemerintah yang ikut terlibat dalam melakukan kegiatan persaingan bisnis yang tidak sehat.


Nama  : Wiwi Kusmiarti
NPM    : 27211460
Kelas   : 2EB09
Tahun : 2012